Dari Lapangan ke Belakang Meja
Bulan ini adalah bulan keempat saya sebagai project coordinator di MOMENTUM. Pekerjaan pertama saya di belakang meja setelah selama ini selalu berada di lapangan. Saya masih ingat perasaan saya saat pertama kali beralih dari posisi district coordinator menjadi project coordinator, separuh excited, separuh takut, karena posisi ini seperti dunia yang berbeda buat saya. Di lapangan, saya terbiasa bergerak cepat dan merasakan dampak dari proyek yang sedang dikerjakan. Namun, begitu saya berada di belakang meja, saya lebih banyak berurusan dengan laporan, jadwal dan dukungan administratif lainnya. Awalnya, saya merasa terputus dari esensi proyek yang sebenarnya karena di lapangan, saya bisa melihat langsung bagaimana pekerjaan itu dilaksanakan, sementara di kantor, semuanya terasa lebih abstrak.
Sebagai district coordinator,
saya terbiasa fokus pada hasil langsung di lapangan, tetapi sebagai project
coordinator, saya belajar bahwa hasil yang terorganisir dan terdokumentasi
dengan baik sangat penting untuk kelangsungan proyek itu sendiri. Tanpa
administrasi yang rapi, meskipun di lapangan semua berjalan lancar, kita bisa
kehilangan jejak atau bahkan menghadapi kendala yang lebih besar di masa depan.
Saya semakin menyadari bahwa kedua
dunia ini saling melengkapi. Sebagai orang yang pernah di lapangan, saya paham
bahwa tim lapangan membutuhkan kebijakan yang fleksibel, dukungan yang cepat
dan tepat, dan pemahaman atas kendala yang sering kali tidak bisa dihindari.
Hal ini yang kemudian sering membuat tim lapangan berbenturan dengan kebutuhan
dan rambu-rambu administratif proyek. Dan di sisi lain saya mulai memahami dan
sangat mengapresiasi bahwa pekerjaan administratif di kantor adalah landasan
untuk memastikan keberhasilan jangka panjang proyek yang dikerjakan di lapangan.
Dari pengalaman ini, saya semakin
percaya bahwa kolaborasi yang efektif
antara tim lapangan dan tim administrasi adalah kunci untuk mencapai
hasil yang maksimal dalam proyek apapun. Kedua peran ini, meskipun tampak
terpisah, sebenarnya saling mengisi dan saling mendukung. Memahami dan menghargai setiap sisi dari
sebuah proyek akan membuat kita tidak hanya bekerja lebih efektif,
tetapi juga lebih produktif dan lebih memahami apa yang dibutuhkan untuk
sukses.
Ternyata transisi ini bukan hanya
tentang penyesuaian cara kerja, tetapi juga tentang perubahan perspektif yang membuka mata saya bahwa setiap peran
dalam proyek memiliki tantangannya masing-masing, serta mengajarkan saya betapa
pentingnya berempati terhadap
setiap peran dalam proyek.
Saya jadi ingat rasanya saya belum
cukup mengapresiasi tim support yang dulu bekerja bersama di MPHD DKI, thank
you so much, gengs. Dan untuk semua
tim support di proyek MOMENTUM, thanks
for the impressive support you’ve given, you guys very much deserved the
spotlight!
.jpg)
Komentar
Posting Komentar